Forum Keluarga Besar Pangeran Djahrie

    Masjid Agung Palembang

    Share

    Admin
    Admin
    Admin

    Jumlah posting: 226
    Age: 45
    Lokasi: Bogor
    Registration date: 05.07.08

    Masjid Agung Palembang

    Post by Admin on Wed Jul 16, 2008 6:22 pm

    SEJARAH MASJID



    Masjid Agung Palembang pada mulanya disebut Masjid Sultan dan dibangun
    pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.
    Peresmian pemakaian masjid ini dilakukan pada tanggal 28 Jumadil
    Awal 1151 H (26 Mei 1748). Ukuran bangunan mesjid waktu pertama
    dibangun semula seluas 1080 meter persegi dengan daya tampung
    1200 jemaah. Perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Sayid
    Umar bin Muhammad Assegaf Altoha dan Sayid Achmad bin Syech
    Sahab yang dilaksanakan pada tahun 1897 dibawah pimpinan Pangeran
    Nataagama Karta mangala Mustafa Ibnu Raden Kamaluddin.

    Pada awal pembangunannya (1738-1748), sebagaimana masjid-masjid
    tua di Indonesia, Mesjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai
    menara. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Najamudin
    (1758-1774) barulah dibangun menara yang letaknya agak terpisah
    di sebelah barat. Bentuk menaranya seperti pada menara bangunan
    kelenteng dengan bentuk atapnya berujung melengkung. Pada
    bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi
    bagian badan.
    Bentuk masjid yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Agung,
    jauh berbeda tidak seperti yang kita lihat sekarang. Bentuk
    yang sekarang ini telah mengalami berkali-kali perombakan
    dan perluasan. Pada mulanya perbaikan dilakukan oleh pemerintah
    Belanda setelah terjadi perang besar tahun 1819 dan 1821.
    Setelah dilakukan perbaikan kemudian dilakukan penambahan/perluasan
    pada tahun 1893, 1916, 1950-an, 1970-an, dan terakhir pada
    tahun 1990-an. Pada pekerjaan renovasi dan pembangunan tahun
    1970-an oleh Pertamina, dilakukan juga pembangunan menara
    sehingga mencapai bentuknya yang sekarang. Menara asli dengan
    atapnya yang bergaya Cina tidak dirobohkan.

    Perluasan kedua kali pada tahun 1930. tahun 1952 dilakukan lagi perluasan
    oleh Yayasan Masjid Agung yang pada tahun 1966-1969 membangun
    tambahan lantai kedua sehingga luas mesjid sampai sekarang
    5520 meter persegi dengan daya tampung 7.750.
    Masjid Agung merupakan masjid tua dan sangat penting dalam
    sejarah Palembang. Masjid yang berusia sekitar 259 tahun itu
    terletak di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, tepat
    di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat
    Kota Palembang. Tak jauh dari situ, ada Jembatan Ampera. Masjid
    dan jembatan itu telah menjadi land mark kota hingga sekarang.

    Dalam sejarahnya, masjid yang berada di pusat kerajaan itu
    menjadi pusat kajian Islam yang melahirkan sejumlah ulama
    penting pada zamannya. Syekh Abdus Samad al-Palembani, Kemas
    Fachruddin, dan Syihabuddin bin Abdullah adalah beberapa ulama
    yang berkecimpung di masjid itu dan memiliki peran penting
    dalam praksis dan wacana Islam.

    Note sumber : http://www.palembang.masjiddigital.info/sejarah.php


      Waktu sekarang Thu Apr 24, 2014 10:38 am