Forum Keluarga Besar Pangeran Djahrie


    Pantai Tanjung Benoa

    Share
    avatar
    Admin
    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 226
    Age : 49
    Lokasi : Bogor
    Registration date : 05.07.08

    Pantai Tanjung Benoa

    Post by Admin on Tue Jul 08, 2008 7:18 am

    Pantai Tanjung Benoa terletak di ujung timur pulau Bali, masuk
    dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.
    Pantai ini merupakan tujuan wisata air yang cukup lengkap. Berbagai
    sarana olahraga air disediakan disini seperti banana boat, snorkling, flying fish, parasailing dan jetski. Namun untuk olahraga surfing
    yang banyak terdapat di pantai-pantai pulau Bali lainnya, tidak dapat
    dijumpai disini dikarenakan ombak di pantai ini cenderung tenang,
    sehingga kurang mendukung untuk surfing. Harga yang dikenakan
    untuk menikmati berbagai sarana olahraga air itu pun bermacam-macam
    berkisar antara Rp150 ribu sampai Rp200 ribu untuk pemakaian selama
    10-15 menit. Tetapi di waktu-waktu padat pengunjung, jatah waktu
    pemaikan sering dikurangi menjadi sekitar 5 menit saja karena banyaknya
    antrian pengunjung yang ingin mencoba. Terkadang panjangnya antrian
    diperparah dengan beberapa turis luar yang berusaha menyela antrian.
    Mereka sering melakukan itu karena mereka merasa membayar lebih mahal
    dibandingkan turis lokal.
    Diantara semua sarana olah raga air tersebut yang terasa agak asing didengar disini yaitu flying fish.
    Olahraga air ini memakai sebuah perahu dari karet yang berkapasitas dua
    orang dengan satu lagi untuk petugas yang duduk ditengah sebagai
    penyeimbang. Penumpang tidur terlentang di perahu yang kemudian akan
    ditarik dengan speedboat berkecepatan tinggi. Perahu akan
    menjadi terangkat dan terbang diatas air pada ketinggian 10-15 meter.
    Inilah yang disebut dengan flying fish. Selama berada diudara,
    petugas yang duduk ditengah, bertugas menyeimbangkan perahu agar tidak
    berputar atau terbalik karena hembusan angin.
    Mengingat adanya tiga orang dalam perahu, terkadang bisa terjadi kasus
    dimana perahu karet tersebut tidak bisa terbang. Hal ini dikarenakan
    untuk bisa terbang dibutuhkan kecepatan speedboat yang tinggi dan juga hembusan angin yang cukup kuat. Jika salah satu faktor itu tidak mendukung, maka sensasi flying fish tidak akan bisa dirasakan, hanya sekedar punggung yang terasa terhempas-hempas oleh permukaan air laut.
    Pesona lain dari pantai ini yaitu adanya Pulau Penyu
    yang berjarak kurang lebih 20-30 menit perjalanan, dengan menggunakan
    perahu yang bisa disewa dengan biaya Rp.50 ribu per orang. Pulau ini
    disebut Pulau Penyu, karena merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang hampir punah. Penangkaran ini sendiri bernama Pudut Sari.
    Sepaket dengan perjalanan ke Pulau Penyu
    ini, pengunjung juga disuguhi pemandangan objek wisata bawah laut.
    Perahu yang digunakan, dimodifikasi sedemikian rupa dengan bagian dasar
    tengah perahu dipasangi kaca, yang membuat dasar laut yang dangkal
    terlihat jelas. Berbagai ikan-ikan air laut yang beraneka ragam warna
    tubuhnya akan menjadi tontonan disini. Agar ikan-ikan mau mendekat,
    pengemudi kapal menebarkan roti tawar kelaut sebagai pancingan.
    Sebentar saja, ikan-ikan itu akan datang mendekat. Sayangnya jenis ikan
    yang mendekat kurang bervariasi sehingga kurang menarik untuk dinikmati
    .
    Perahu motor tidak bisa merapat langsung ke lokasi Pulau Penyu
    karena pendangkalan. Pengunjung harus turun menyusuri sendiri pantai
    yang berair setinggi mata kaki sampai dengan bawah lutut orang dewasa.
    Jika takut kaki terantuk batu karang atau lainnya, bisa menyewa sepatu
    yang ditawarkan beberapa warga disana.
    Pada Pulau Penyu ini
    terdapat ratusan ekor penyu berbagai ukuran dan usia. Untuk penyu yang
    berada di kandang merupakan penyu induk yang jumlahnya sekira 50 ekor.
    Yang berukuran besar usianya bisa mencapai 35 tahun lebih. Pengunjung
    bisa memegangi dan mengangkat induk penyu tersebut untuk berfoto
    bersama. Untuk setiap harinya induk penyu diberi makan rumput laut.
    Ketika air laut pasang mereka bisa leluasa ke pinggir pantai, namun
    tidak sampai lepas ke laut, karena telah dipagari dengan bambu. Mereka
    akan kembali ke kandang setelah air laut surut. Apabila ada yang tidak
    kembali, pekerja akan memindahkannya dengan tangan.
    Penyu yang terdapat di tempat penangkaran tidak diperjualbelikan,
    apalagi dipotong untuk dikonsumsi, karena penangkaran itu sendiri
    semata-mata untuk upaya pelestarian satwa laut yang dikhawatirkan akan
    punah. Satwa tersebut sengaja dibiarkan berkembang biak secara alami.
    Setelah bertelur dan anak-anaknya itu kuat berenang di laut, anak penyu
    itu dilepas, sementara induknya tidak.
    Tidak hanya penyu yang dapat dijumpai di pulau ini. Ular, monyet,
    burung dan hewan lain yang jinak bisa dijumpai di sana. Terdapat pula
    semacam galeri yang menawarkan berbagai macam cinderamata, termasuk
    replika penyu berbagai ukuran terbuat dari kayu dan batu karang.
    Kendati letaknya terpencil, di lokasi itu pun terdapat tempat penjualan
    makanan dan minuman.

      Waktu sekarang Tue Oct 24, 2017 1:55 am