Forum Keluarga Besar Pangeran Djahrie


    Wisata Rohani - Mesjid Berkubah Emas

    Share
    avatar
    Admin
    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 226
    Age : 49
    Lokasi : Bogor
    Registration date : 05.07.08

    Wisata Rohani - Mesjid Berkubah Emas

    Post by Admin on Tue Jul 08, 2008 7:14 am


    Datang siang atau malam hari, kemegahan mesjid Dian Al Mahri tak pernah
    surut. Selain kubah dengan lapisan emas 24 karat, puncaknya selalu
    berubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam.

    Selama ini, wisata rohani identik dengan ibadah umrah yang hanya bisa
    dilakukan mereka yang memiliki uang. Biaya yang tidak teraih membuat
    perjalanan wisata rohani ini mimpi bagi muslim di Indonesia.

    Namun jangan khawatir, dengan semangat yang sama kita masih bisa
    melakukan ibadah rohani di Indonesia. Khususnya bagi warga Depok, Jawa
    Barat, yang baru memiliki sebuah masjid kebanggaan berkubah emas.
    Masjid yang berdiri di atas areal seluas 8.000 meter persegi ini
    bernama Dian Al Mahri. Nama ini diambil perpaduan nama si pemilik dan
    salah satu putranya.

    Ketika sampai di pintu masuk, pengunjung dihadapkan dengan sebuah
    gerbang raksasa berukuran sekitar 10 meter. Terdapat dua pintu masuk
    dengan tiga buah kubah kecil di atasnya. “Gerbang ini masih dalam masa
    pembangunan. Rencananya ketiga kubahnya juga akan dilapisi emas.
    ”Hingga kini total baru sekitar 95% tahap pembangunan mesjid yang telah
    tercapai,” ucap Kepala Pengelola Masjid Dian Al Mahri H Yudi Camaro.

    Di depan gerbang masjid terdapat parkiran sepeda motor tidak resmi yang
    cukup untuk menampung sekitar 15 unit. Sepeda motor tidak diperkenankan
    masuk ke dalam lingkungan masjid. Di tempat yang sama juga terdapat
    beberapa penjual asongan berbagai minuman dingin hingga bungkusan
    rokok. Gerbang yang dibuka hanya satu, kata pengurus, ini sengaja
    dilakukan demi alasan keamanan.

    Dari luar gerbang, terlihat dua orang berbadan tegap, berambut cepak,
    mengenakan jas safari warna biru, menyambut. Kedua orang ini memberikan
    karcis masuk untuk mobil dan bus yang hendak masuk ke area masjid.
    Masuk ke dalam, bangunan masjid sudah terlihat dari kejauhan. Di
    sebelah kanan masjid, terlihat sebuah bangunan hunian yang tidak kalah
    megah. ”Ibu Dian tinggal di sebelah masjid,” kata Yudi.

    Masjid ini mulai dibangun sejak April 1999 dan terus berlangsung hingga
    saat ini dan diresmikan 23 Desember tahun lalu. Menyusuri jalan setapak
    yang berada di sisi-sisi jalan aspal. Pemandangan dipenuhi taman seluas
    4.000 meter persegi terbentang mengelilingi bangunan masjid. Tanaman
    hias yang ditanam di pot hingga berbagai tanaman buah yang berada di
    sekeliling masjid.

    Masuk ke dalam masjid melalu pintu masuk di sebelah kanan dan kiri.
    Layaknya sebuah masjid, alas kaki harus ditanggalkan saat masuk batas
    suci yang telah ditentukan. Begitu kaki menginjak batu marmer yang
    menghiasi semua permukaan masjid ini, penjaga masjid akan membawa kita
    ke ruangan bawah tanah, berwudhu dan penitipan alas kaki.

    Lebih ke dalam, terdapat dua lorong untuk wudhu, satu buah wastafel
    lengkap dengan kaca riasnya. Pada ujung ruangan terdapat jajaran
    urineter dan beberapa bilik untuk kakus.

    Naik ke permukaan, terlihat pintu masjid setinggi delapan meter dengan
    seorang penjaga berpakaian serbaputih berbalut kain kuning. ”Orang
    kalau masuk ke masjid tidak boleh sembarangan. Harus menggunakan
    pakaian sopan layaknya ingin pergi ke masjid,” ucap H Jayadih, seorang
    penjaga pintu masjid.

    Meski pengunjung bebas keluar masuk masjid, beberapa aturan
    diberlakukan dan harus dipatuhi pengunjung. Tujuan dibuatnya aturan
    tersebut, Yudi mengatakan, agar suasana ibadah tetap nyaman. Pengunjung
    dilarang membawa makanan dan minuman ke lingkungan masjid, anak di
    bawah usia 9 tahun juga dilarang memasuki lingkungan masjid.

    Masuk ke dalam ruangan, disambut dengan megahnya sebuah lampu kristal
    raksasa seberat 2,7 ton tergantung tepat di tengah-tengah ruangan yang
    didatangkan langsung dari Austria. Sebanyak 162 dan hampir seluruh
    ruangan pilar dilapisi oleh batu granit dan marmer dari Turki, India,
    Italia, Brasil, dan Afrika Selatan. Total bangunan ini mampu menampung
    ribuan orang.

    ”Pada dasarnya desain masjid ini menggunakan penggabungan antara budaya
    Timur Tengah dan iklim tropis. Bangunan ini berasal dari ide ibu Hj
    Dian Juriah Maimun Al-Rasyid dan dibangun oleh arsitek bernama Uke
    Setiawan yang berupaya mewujudkan perpaduan ini,” ucap Yudi.

    Di puncak interior kubah terdapat lukisan menyerupai awan yang bisa
    berubah-ubah warna setiap fajar, tengah hari, senja, dan malam. Setiap
    mahkota yang terdapat pada pilar masjid juga berlapiskan emas. Pegangan
    tangga dari lantai satu ke dua juga dilapisi emas. Hiasan termasuk
    tulisan tasbih, ornamen di atas mimbar imam juga dilapisi emas.


    Yang termegah adalah kubah utama berdiameter 16 meter dan tinggi 20
    meter yang berlapis emas murni 24 karat setebal 1 milimeter. Kubah
    utama dikelilingi empat kubah yang lebih kecil, juga bertatahkan logam
    mulia. Kelima kubah ini mencerminkan rukun iman dengan jumlah yang sama
    pada ajaran agama Islam. Sementara, terdapat enam buah menara utama
    dengan kubah kecil di atasnya yang juga berlapiskan emas. Jumlahnya
    juga mengacu pada rukun Islam sesuai dengan ajaran kaum muslimin di
    seluruh dunia.

      Waktu sekarang Tue Oct 24, 2017 1:54 am